Kamis, 27 Juli 2023

Aturan Baru Bpjs Ketenagakerjaan

Simposio, atau yang dikenal juga dengan nama ‘The Symposium’ dalam bahasa Inggris, adalah salah satu dialog filsafat karya Plato yang menggambarkan diskusi tentang cinta dan keindahan. Dalam dialog ini, Plato menghadirkan berbagai karakter yang memberikan pandangan mereka tentang cinta dan mengungkapkan teori mereka tentang asal-usul manusia yang androgini.

Konsep androgini dalam Simposio merujuk pada keadaan awal manusia yang konon memiliki sifat ganda, yaitu memiliki dua jenis kelamin dalam satu tubuh. Menurut mitos yang diungkapkan dalam dialog ini, manusia awalnya terdiri dari tiga jenis: laki-laki, perempuan, dan androgini. Mereka memiliki empat tangan, empat kaki, dan dua wajah yang menghadap ke arah yang berlawanan. Mereka kuat dan sombong, sehingga menantang kekuasaan para dewa. Akibatnya, para dewa Zeus menghukum mereka dengan membagi manusia menjadi dua, memisahkan laki-laki dan perempuan.

Plato menggunakan konsep androgini ini untuk menjelaskan asal-usul ketertarikan seksual dan dorongan manusia untuk mencari pasangan romantis. Dalam pandangan Plato, manusia merasa tidak lengkap setelah pemisahan ini, dan mereka menginginkan penyatuan kembali dengan separuh mereka yang hilang. Dorongan untuk mencari pasangan menjadi cara untuk mencapai kesatuan dan keutuhan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa konsep androgini dalam Simposio bukanlah pandangan Plato yang benar-benar menggambarkan asal-usul manusia secara harfiah. Dialog ini lebih merupakan bentuk alegori dan metode Plato dalam menggambarkan konsep filsafatnya tentang cinta dan keindahan.

Simposio juga menggambarkan gagasan cinta platonis, yaitu cinta yang tidak hanya berorientasi pada keinginan fisik, tetapi lebih pada keinginan untuk mencapai keindahan dan kebijaksanaan yang abadi. Plato berpendapat bahwa melalui cinta platonis, manusia dapat memahami keindahan yang hakiki dan mencapai kesempurnaan spiritual.

Dalam Simposio karya Plato menggambarkan dialog antara para karakter yang membahas cinta dan keindahan. Konsep androgini yang diungkapkan dalam dialog ini menggambarkan pandangan Plato tentang asal-usul manusia dan keinginan mereka untuk mencari keutuhan melalui cinta dan hubungan romantis. Meskipun konsep androgini dalam Simposio bukanlah pandangan literal Plato tentang asal-usul manusia, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya cinta platonis dalam mencapai kesempurnaan dan keindahan yang abadi. Simposio tetap menjadi salah satu karya penting dalam filsafat Plato yang mengeksplorasi makna cinta dan perjalanan manusia menuju kebijaksanaan.